PT KERETA API INDONESIA


PT KAI INDONESIA

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambil alihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.Puncaknya adalah pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945 (kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia).Hal ini sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946,Belanda membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia bernama Staatssporwegen/Varenigde Spoorwegbedrif (SS/VS),gabungan SS dan seluruh perusahaan kereta api swasta (kecuali DSM).

Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949,dilaksanakan pengambil alihan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda. Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api(DKA) tahun 1950. Pada tanggal 25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Pada tahun tersebut mulai diperkenalkan juga lambang Wahana Daya Pertiwi yang mencerminkan transformasi Perkeretaapian Indonesia sebagai sarana transportasi andalan guna mewujudkan kesejahteraan bangsa tanah air.Selanjutnya pemerintah mengubah struktur PNKA menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa angkutan,PJKA berubah bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) tahun 1991. Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas.PT.Kereta Api Indonesia (Persero)pada tahun 1998.

Saat ini,PT.Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak perusahaan/group usaha yakni PT.Reska Multi Usaha (2003), PT Railink (2006), PT. Kereta Commuter Indonesia (2008),PT. Kereta Api Pariwisata (2009),PT.Kereta Api Logistik(2009), PT.Kereta Api Properti Manajemen(2009),PT. Pilar Sinergi BUMN Indoneisa (2015).




Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah framework yang merupakan Best Practice dalam IT Service Menagement. ITIL dapat mempermudah dalam mengevaluasi layanan IT serta mengetahui hal-hal yang harus dikembangkan dan mengarahkan perkembangan layanan.
Service Strategy

Dengan semakin meningkatnya laju pertumbuhan penduduk, mobilisasi pun semakin meningkat. Konsekuensi yang harus ditanggung adalah meningkatnya mobilitas penduduk yang menyebabkan peningkatan kebutuhan akan layanan umum atau public salah satunya seperti layanan sarana dan prasarana transportasi. Kemudahan dan kenyamanan merupakan salah satu factor yang menjadi tuntutan konsumen.

Dengan alasan tersebut PT KERETA API INDONESIA (KAI) (PERSERO) memberikan kemudahan bagi pengguna jasa kereta api (KA). Kemudahan ini berupa layanan pembelian tiket KA melalui online payment yang dapat dibayar dibeberapa lokasi seperti Alfamart, Indomaret, Bank, Mobile Banking.

Ini merupakan upaya PT. KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya memberi kemudahan pengguna jasa KA untuk mendapatkan dan membayar tiket melalui online payment. Mekanisme pembelian ticketing online ini, sebelumnya pelanggan menghubungi contact center KA di no 121 dari telepon rumah atau 021-121 melalui telepon genggam (GSM atau CDMA), dan selanjutnya operator contact center 121 akan memandu sistem pembayaran online sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan.

PT. KAI akan terus mengembangkan pelayanan yang mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan. Dari pelayanan online ticketing ini, selain memberikan kemudahan kepada pelanggan juga diharapkan dapat mengurangi praktek percaloan tiket KA.

Bukan hanya itu saja PT KAI juga sekarang menghapus penggunaan tiket yang menghabiskan banyak kertas terbuang menjadi sebuah kartu Multi Trip yang dapat diisi ulang dan memberlakukan satu tiket hanya dapat digunakan satu penumpang (boarding passenger) 



Service Design

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menggunakan teknologi informasi dalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut dapat dilihat dari penyediaan layanan e-ticketing yang telah berjalan sejak tahun 2013. Sistem e-ticketing merupakan inovasi utilisasi teknologi informasi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bertujuan untuk memberikan layanan publik terbaik bagi seluruh masyarakat pengguna fasilitas kereta api.
Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga telah memiliki E-ticketing Monitoring Center (EMC) yang dibangun untuk memastikan dan menjamin keberlangsungan sistem dan perangkat secara tersentralisasi. Dengan adanya e-ticketing, terdapat 5 kemudahan yang dapat dirasakan oleh pengguna kereta api, yaitu:
  •          Tidak perlu antri tiket di stasiun, calon penumpang dapat melakukan reservasi tiket kereta api online dari rumah atau mana saja tanpa perlu antri di stasiun atau proses yang rumit.
  •     Reservasi dan pemesanan tiket kereta api online di kapan saja dan di mana saja. Cukup menggunakan laptop/computer/HP/gadget yang terhubung dengan internet, maka calon penumpang dapat melakukan reservasi dengan nyaman.
  •       Hemat waktu dan biaya. Proses cepat, gratis, diskon tiket & biaya admin yang relatif murah sehingga semuanya menjadi mudah, ringan dan nyaman.
  •       Tersedia tiket kereta api untuk semua jurusan. Calon penumpang tidak perlu khawatir semua jurusan ada dalam layanan e-ticketing.
  •          Layanan reservasi H-90. Calon penumpang dapat melakukan reservasi untuk perjalanan 90 hari atau 3 bulan yang akan dating, sehingga tidak perlu takut kehabisan tiket kereta api.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) sepertinya serius dalam usaha mempermudah pengguna menikmati layanan kereta api. Saat ini untuk melayani pemesanan tiket KA demi mengurangi antrian di loket-loket stasiun, PT KAI telah memiliki lebih dari 10.000 gerai minimarket dan 260 agen penjualan tiket. Sementara untuk pemesanan tiket melalui Contact Center 121 milik PT KAI, saat ini dilayani dengan 188 line yang terdiri atas 180 line digital dan line analog, sedangkan pemesanan tiket KA melalui internet dapat dilakukan dengan mengakseS www.kereta-api.co.id

SERVICE OPERATION

Perancangan Service Operation meliputi proses incident management, Problem management, dan perancangan fungsi Service Desk sebagai single point of contact layanan TI. Proses perancangan sendiri dilakukan di layanan angkutan penumpang, khususnya di layanan Rail Ticketing System (RTS) .Hasil perancangan Service Operation dengan framework ITIL Versi 3 pada layanan angkutan penumpang PT Kereta Api Indonesia berupa dokumentasi prosedur untuk Incident Management, Problem Management, dan rancangan arsitekur teknologi untuk Service Desk yang merupakan bentuk rekomendasi bagi PT Kereta Api Indonesia.

SERVICE TRANSITION

Service transition merupakan iterasi yang dilakukan untuk menyesuaikan layanan TI yang akan dikembangkan dengan layanan TI yang telah berjalan di organisasi, melakukan review dan pengecekan terhadap layanan TI yang akan dijalankan. Proses pengecekan dilakukan guna melihat kelemahan atau kekurangan yang muncul untuk diubah kembali sebelum diimplementasikan.
Analisis Kekuatan dan Kelemahan PT Kereta Api (Persero) Indonesia.


Kekuatan :
  •         Merupakan jasa transportasi yang paling banyak di pergunakan oleh masyarakat, karena cukup ekonomis. Memberikan layanan kereta api penumpang dan barang.
  •         Disamping Angkutan Penumpang dan Angkutan Barang, PT. KAI juga memberdayakan aset non produksi untuk dikomersialkan ke pihak eksterna. 


Kelemahan :
  •      Masalah ketepatan jadwal perjalanan KA masih diwarnai dengan kelambatan, karena pada bagian jalan KA tertentu sedang ada pelaksanaan pekerjaan perbaikan pada komponen jalan rel,
  •          Rangkaian KA yang ada sekarang masih kurang, jika dibandingkan dengan jumlah penumpang yang sangat banyak.
  •         Pelayanan dan keamanan masih sangat kurang dan perlu di tingkatkan lagi kinerjanya, baik pada saat di stasiun maupun saat di dalam gerbong kereta msaih belum terdapat pelayanan dan keamanan yang memuaskan konsumen.


CONTINUAL SERVICE IMPROVEMENT

Mengurangi waktu pemesanan tiket di loket.  Untuk stasiun yang hanya dilengkapi satu loket, selama waktu istirahat tidak menerima pesanan tiket. Sementara untuk stasiun yang dilengkapi lebih dari satu loket seperti Stasiun Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Gombong, Kebumen, dan Cilacap, waktu istirahat akan dilaksanakan secara bergilir sehingga masih bisa melayani pemesanan tiket.

Selain itu, di luar jam layanan pemesanan tiket tersebut, loket stasiun hanya akan melayani pembelian tiket go-show atau tiket untuk keberangkatan langsung pada hari itu. Pemangkasan waktu pelayanan pemesanan tiket di loket-loket stasiun tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan di stasiun dengan tujuan peningkatan pelayanan penumpang.




Komentar

Postingan Populer