Persamaan Diferensial
Persamaan
Diferensial
Persamaan diferensial adalah
persamaan matematika untuk fungsi satu variabel atau lebih, yang menghubungkan
nilai fungsi itu sendiri dan turunannya dalam berbagai orde.
Persamaan diferensial muncul
dalam berbagai bidang sains dan teknologi,
bilamana hubungan deterministik yang melibatkan besaran yang berubah secara
kontinu (dimodelkan oleh fungsi matematika) dan laju perubahannya (dinyatakan
sebagai turunan) diketahui atau dipostulatkan. Ini terlihat misalnya pada mekanika klasik,
di mana gerakan sebuah benda diperikan oleh posisi dan kecepatannya terhadap
waktu. Hukum Newton memungkinkan
kita mengetahui hubungan posisi, kecepatan, percepatan dan
berbagai gaya yang bertindak
terhadap benda tersebut, dan menyatakannya sebagai persamaan diferensial posisi
sebagai fungsi waktu. Dalam banyak kasus, persamaan diferensial ini dapat
dipecahkan secara eksplisit, dan menghasilkan hukum gerak.
Teori persamaan diferensial sudah
cukup berkembang dan metode yang digunakan bervariasi sesuai jenis persamaan.
Persamaan diferensial biasa (PDB) adalah persamaan diferensial di mana fungsi
yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas
tunggal. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah
fungsi rill atau fungsi kompleks, namun secara umum bisa juga berupa fungsi
vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan
berdasarkan orde tertinggi dari turunan terhadapat variabel terikat yang muncul
dalam persamaan tersebut.
Persamaan diferensial parsial (PDP)
adalah persamaan diferensial di mana fungsi yang tidak diketahui adalah fungsi
dari banyak variabel bebas,dan persamaan tersebut juga melibatkan turunan
parsial. Orde persaman didefinisikan seperti pada persamaan diferensial biasa,namun
idasifikasi lebih jauh ke dalam persamaan eliptik, hiperbolik,dan parabolik,
terutama untuk persamaan diferensial linear orde dua,sangatlah penting.Beberapa
persamaan diferensial parsial tidak dapat digolongkan dalam kategori-kategori
tadi,dan dinamakan sebagai jenis campuran.
Baik persamaan diferensial biasa
maupun parsial dapat digolongkan sebagai linier atau nonlinier. Sebuah
persamaan diferensial disebut linier apabila fungsi yang tidak diketahui dan
turunannya muncul dalam pangkat satu (hasil kali tidak dibolehkan). Bila tidak
memenuhi syarat ini,persamaan tersebut adalah nonlinier.
Persamaan Diferensial Biasa
Persamaan diferensial biasa (PDB)
adalah persamaan diferensial di mana fungsi yang tidak diketahui (variabel
terikat) adalah fungsi dari variabel bebas tunggal. Dalam bentuk paling
sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah fungsi rill atau fungsi
kompleks, namun secara umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks.
Lebih jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkan orde
tertinggi dari turunan terhadapat variabel terikat yang muncul dalam persamaan
tersebut.
Berikut beberapa contoh PDB :
Dengan c adalah sembarang konstanta yang tidak diketahui. Sehingga solusi PDB di atas disebut juga solusi umum. Solusi khusus bisa diperoleh bila ada lagi sebuah persamaan yang merupakan syarat batasnya.
Secara umum dapat ditulis:
sehingga diperoleh
Walaupun ada banyak metode untuk mencari solusi analitik dari persamaan Diferensial Biasa (PDB),tetapi pada umumnya terbatas pada PDB yang spesifik . Pada kenyataannya banyak PDB yang tidak dapat dicari solusi analitiknya tetapi solusi numeriknya dapat diperoleh. Walaupun solusi analitik dapat diperoleh tetapi rumit, biasanya lebih lebih dipilih solusi numeriknya.
Penyelesaian Persamaan Diferensial Biasa
Penyelesaian PDB Orde satu dengan integrasi Langsung:
Jika PDB dapat
disusun dalam bentuk , maka persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan integrasi langsung.
Contoh: Tentukan solusi khusus persamaan berikut jika y=3 untuk x=0:
·
- Penyelesaian PDB Orde Satu Dengan Pemisahan Variabel
·
Jika
persamaan diferensial berbentuk , yaitu persamaan
yang ruas kanannya dapat dinyatakan sebagai perkalian atau pembagian fungsi x
dan fungsi y, maka penyelesaian PD dengan cara memisahkan variabelnya sehingga
faktor ’y’ bisa kita kumpulkan dengan ‘dy’ dan faktor ’x’ dengan ‘dx’.
Contoh: Selesaikan PD berikut :











Komentar
Posting Komentar